"Rawan longsor kalau di sini. Memmang gak ada turap, tanah merah zaman dululah. Ketinggian perkiraan 15 meter. Jadi, bawahnya bangunan rumah, ketiban akar pohon bambu rumahnya," ucapnya.
Pohon bambu di jurang itu mengelilingi perumahan di bawahnya. Tidak ada turap. Sehingga, saat terjadi hujan deras, tanah menjadi rawan bergerak dan pohon bambu di jurang mudah longsor.
Baca Juga : Hujan Deras, Tebing 15 Meter Longsor hingga Lumpuhkan Jalan di Purwakarta
"Iya, jadi yang longsor akar bambunya, tanahnya gak gerak. Maunya sih, pohon bambu ditebang, bangun turap. Panjang banget ini mah keliling, muter," tukasnya.
Baca Juga : Lokasi Wisata Parapat Danau Toba Diterjang Banjir dan Longsor, Lalin Lumpuh
(Erha Aprili Ramadhoni)