279 Juta Data WNI Bocor, Bareskrim Polri Segera Selidiki

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Sabtu 22 Mei 2021 03:32 WIB
Bareskrim Polri. (Ilustrasi/Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Bareskrim Polri menyatakan bakal ikut melakukan penyelidikan terkait dugaan bocornya data 279 juta warga negara Indonesia (WNI).

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, penyelidikan tersebut bakal dilakukan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Sejak isu bergulir sudah perintahkan Dit Tipidsiber untuk melakukan lidik hal tersebut," kata Agus saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Agus menyebut, pihaknya masih mempersiapkan segala sesuatu untuk anggota Bareskrim melakukan penyelidikan itu.

Selain itu, Bareskrim Polri akan berkoordinasi dengan beberapa lembaga negara terkait untuk menyelidiki dugaan bocornya data WNI itu.

"Sedang dipersiapkan mindik untuk legalitas pelaksanaan anggota di lapangan, saat ini dari Kominfo, Kependudukan dan BPJS sedang mendalami hal kebocoran tersebut," ujar Agus.

Sebelumnya, Komisi IX DPR mengambil langkah cepat menyusul isu dugaan bocornya data 279 juta WNI. DPR akan memanggil pihak BPJS Kesehatan dalam waktu dekat.

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengaku terkejut setelah mendengar isu tersebut. Menurut dia, sudah seharusnya pihak BPJS Kesehatan bisa menjaga kerahasiaan dari data penduduk itu.

"Kenapa? Karena setahu kami BPJS dalam paparan komisi IX sejak beberapa tahun terakhir mengatakan bahwa sistem komputerisasi yang mereka miliki itu adalah sistem komputerisasi yang sangat aman. Sehingga data yang ada di dalam itu mestinya terpelihara dengan benar tidak bocor keluar," kata Saleh di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Jumat (21/5/2021).

Baca Juga : Isu Bocornya 279 Juta Data WNI, DPR Akan Panggil BPJS Kesehatan 

Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya