JAKARTA - Penulis buku Roso Daras dalam buku "Sukarno, Serpihan Sejarah yang Tercecer" menuliskan ketakutan Bung Karno.
"Anda tahu apa yang paling ditakutkan Bung Karno dalam hidupnya? Bukan jeruji besi. Bukan intimidasi Belanda. Bukan pembuangan. Bukan pula percobaan pembunuhan terhadap dirinya. Hanya satu ketakutan Bung Karno, takut dibenci anak," katanya.
"Hingga ajal menjemput, ketakutan itu memang tidak pernah terjadi. Ia begitu disayang putra-putrinya," tulisnya.
Baca juga: Cerita Bung Karno tentang Kecantikan Puteri Solo
Ketakutan dibenci anak, menghinggapi relung sanubari Bung Karno, saat anak-anaknya (terutama dari Fatmawati) beranjak remaja menjelang dewasa. Saat nalar dan naluri berkembang, mereka mulai memiliki kemampuan untuk berpendapat. Saat benak dan otaknya berkembang, mereka mulai berani mengemukakan pendapat.
Ada banyak kejadian, putra-putri Bung Karno menampakkan ketidaksukaannya di saat Bung Karno menghabiskan hari Jumat hingga Senin di Istana Bogor, bersama Ibu Hartini dan dua putranya (Taufan dan Bayu).
Baca juga: Saat Megawati Pergoki Bung Karno Tidak Bisa Berenang
Sikap-sikap berontak itu disampaikan dengan cara yang berbeda, antara Guntur, Mega, Rachma, Sukma, dan Guruh.
Bung Karno bukannya tidak tahu. Dia paham betul. Sekalipun begitu, Bung Karno menyikapi dengan sangat hati-hati.