Karena area itu termasuk kawasan padat permukiman, sebagian material kontrakan akhirnya turut menimpa bagian rumah di sekitarnya. Hingga saat ini, pengurus lingkungan setempat masih melakukan mediasi akibat dampak ambruknya bangunan tersebut.
Ketua RT05, Hartono, menduga pembangunan pondasi dari kontrakan tak terlalu kokoh. Sehingga lama-kelamaan tergerus air dan akhirnya bergeser hingga memicu ambruknya bangunan.
"Kita bersyukur tidak ada korban, karena beruntung ambruknya itu ke bagian belakang. Sepertinya dulu pondasinya kurang kuat, nah terus kekikis air kan, akhirnya bergeser begini," ucapnya.
Warga secara swadaya menyingkirkan puing material di lokasi. Sementara ini, para penghuni kontrakan terpaksa harus menumpang di rumah-rumah warga sekitar. Tak banyak barang perabot yang bisa diselamatkan karena sebagian besar telah tertimbun material bangunan.
(Qur'anul Hidayat)