Namun sepertinya Alen tidak percaya dengan kata-kata dari ibunya itu. Alen pun kembali mempertanyakan keluarganya yang belum datang sementara keluarga dari mempelai perempuan sudah datang.
"Ma, so dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampe skarang belum sampe-sampe, parampuang pe orangtua so ada, kita malu ma kita pe keluarga nyanda ada cuma mama (Ma sudah dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampai sekarang belum sampai-sampai, keluarga perempuan sudah ada, saya malu Ma, keluarga saya tidak ada hanya Mama," tuturnya.
Usai mengucapkan hal itu, Alen kemudian langsung masuk ke dalam kamar. Beberapa menit kemudian dia mendapat kabar kalau Alen sudah jatuh dari hotel tempatnya menginap itu.
"Masa ngana mo ambil keputusan bagini cuma ngana malo deng kecewa Alen. Sekarang ngana pe pertanyaan mama mo jawab Alen, ngana cuma malo dan kecewa dorang terlambat datang Alen. Ngana harusnya berpikir Alen, ngana inga kasiang ngana masih ada ade Alen. (Mengapa kamu ambil keputusan begini cuma karena malu dan kecewa Alen. Sekarang pertanyaan kamu Mama jawab Alen, kamu cuma malu dan kecewa mereka terlambat datang Alen. Kamu seharusnya berpikir Alen, kamu harusnya ingat kasihan kalau kamu masih punya adik Alen)," tangis sang ibu di samping peti mati anaknya.
Sebelumnya, viral calon pengantin ditemukan tewas melompat dari kamar 710 lantai tujuh hotel. Dari keterangan UGD RS Siloam, diketahui bahwa saat korban dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan mengalami luka robek di bagian kepala sebelah kiri, luka pada bagian dada dan mengalami patah tulang di bagian bahu kiri.
Alen melompat dengan masih menggunakan baju pengantin lengkap, padahal tinggal beberapa jam lagi dia akan melangsungkan ibadah peneguhan dan pemberkatan nikah sekira pukul 14.00 WITA dan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan di Resto Rumah Alam sekira pukul 16.30 WITA.
(Fakhrizal Fakhri )