GUNTUR Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku ". Berikut kisahnya.
Di Istana Merdeka Jakarta, pertengahan 1950, Sudiyo gendut sedang bertugas mengambil sarapan roti dari dapur untuk kawan-kawannya di paviliun.
Ketika sedang komat-kamit menghitung jumlah roti yang dibawanya, ia berpapasan dengan Bung Karno yang sedang jalan pagi di halaman istana.
Sudiyo memberi salam dengan santai, "Goede morgen mijnheer," sambil terus berlalu. Ia mengira sedang berpapasan dengan Ven Der Bijl, orang Belanda yang bertugas di istana.
Mendengar ucapan salam itu, Bung Karno langsung berhenti. Beliau menoleh ke arah Sudiyo, dan bertanya kepada pengawalnya, "Siapa dia?"
Baca Juga: PPKI Tetapkan Bung Karno Jadi Presiden, Cuma Sekali Sidang dan BK Pulang Jalan Kaki
"Sudiyo gendut, Pak," jawab sang pengawal.