“Nah kalau yang sudah terampil Insya Allah yang ringan itu menjadi mudah. Sehingga yang terselamatkan menjadi lebih banyak. Jadi poinnya di sana jangan dimaknai sebagai kepastian, tidak sama sekali, belum tentu terjadi. Hanya untuk berlatih seperti itu, bersiap baik warga tidak boleh panik ya. Tapi kan juga tidak boleh lengah dan menganggap enteng kajian ilmiah potensi gempa dan tsunami ini,” tegas Dwikorita.
Baca Juga : Misteri Anak Hilang dan Kiriman Semen dari Orang yang Telah Mati di Makam Kemangi Weleri
Karena itu, Dwikorita mengatakan perlu antisipasi yang dilakukan oleh warga dan juga kepala daerah setempat. Khususnya menyiapkan masyarakat agar rutin melakukan latihan evakuasi agar ketika terjadi kondisi darurat masyarakat tetap waspada.
“Jadi kami sudah berkoordinasi dengan mulai dari Gubernur sampai Bupati Walikota yang perlu dilakukan, yakni menyiapkan masyarakatnya untuk lebih rutin melakukan latihan evakuasi karena pemerintah daerah sudah menyiapkan jalur-jalur evakuasi itu itu sudah ada,” paparnya.
(Angkasa Yudhistira)