BLORA - Pohon jati tampak menjulang tinggi di Makam Suro, Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sepi, sunyi, dan hanya dikelilingi tanaman palawija menambah kesan angker dari tempat pemakaman umum (TPU) itu.
Makam Suro berasal dari bahasa Jawa Asu Loro yang berarti dua ekor anjing. Berdasarkan cerita, pernah ada orang yang memukuli dua ekor anjing seukuran macan tersebut. Kala itu, Mbah Pencu yang merupakan pemilik anjing memergoki orang tersebut dan melarangnya.
Kemudian Mbah Pencu dan dua ekor anjing peliharaannya itu dimakamkan di sana. Setelah adanya kuburan Mbah Pencu dan dua ekor anjingnya menjadikan Kuburan Suro yang terletak 1,5 Km dari Pasar Jepon itu angker.
Salah seorang warga, Karno mengatakan bahwa sebelum ada penerangan sekitar 1990-an tidak ada warga yang berani melewati Kuburan Suro pada malam hari. Pasalnya, banyak warga yang mengalami kejadian mistis lantaran kerap diganggu kepala menggelinding ke jalan sambil cengengesan. Warga kerap menyebutnya Glundung Pecengis.
"Ada juga cerita Mbah Samini penjual tempe yang dibelokkan ke makam yang dikira pasar," kata Karno, Senin (7/6/2021).
Baca juga: 101 Lubang Makam Cadangan Disiapkan Kota Bogor Jelang Ramadan
Karno mengatakan, saat itu Mbah Samini memang sudah beraktivitas ke pasar sejak pukul 03.00 WIB dini hari dan selalu melewati areal dekat pemakaman.
Mbah Samini, kata dia, melihat pemakaman seperti pasar lalu berdagang di sana. Saat kumandang adzan sekitar pukul 05.00 WIB, ia pun terkejut dan tersadar bahwa lokasi dagangannya merupakan Kuburan Suro.
"Mbah Samini baru sadar kalau dia sedang berada di atas makam ayahnya. Kemudian dia menata kembali dagangannya dan lanjut berjualan di Pasar Jepon," kata dia.
Cerita Mbah Samini ini juga dibenarkan peziarah Arief. Sejak saat itu, kata dia, Mbah Samini berhenti membuat tempe dan berdagang. Mbah Samini juga sekarang tinggal sendirian lantaran anak-anaknya telah berkeluarga.
Baca juga: 11 Pemakaman di Jakarta Barat Ditutup Sementara untuk Aktivitas Ziarah