JAKARTA - Dalam Nagarakretagama disebutkan Raden Wijaya, pendiri Majapahit, menikah dengan empat putri Kertanagara, yaitu Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuwaneswari, Sri Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita, Sri Jayendradewi Dyah Dewi Prajnaparamita, dan Sri Rajendradewi Dyah Dewi Gayatri.
Dengan selir yang demikian banyak tentu diperlukan fisik yang prima dan "keperkasaan" untuk melayani mereka. Dalam tradisi Jawa telah dikenal mengkonsumsi jamu untuk pengobatan dan kejantanan. Resep ini tercantum dalam Serat Centhini
Dalam Serat Centhini, jamu dikupas di bagian XIII, Bab 251 sampai 253. Tiga bab itu ditembangkan dalam Sekar Lonthang sebanyak 78 bait, tembang Balabak 36 bait dan tembang Salisir 40 bait.
Sedang dalam Serat Centhini VII Pupuh Dhandhanggula dituliskan jamu untuk obat kuat untuk raja-raja
Ramuan terbuat dari campuran akar kakas, merica sunti, serta cabe wungkuk dengan dosis masing-masing tujuh buah. Lalu ditambahkan dengan garam lanang, arang kayu jati, serta seperempat gula aren dan pinet. Semua bahan ditumbuk hingga halus.