Mutiara paling terkenal dalam sejarah seni tidak diragukan lagi adalah mutiara yang dikenakan di seorang gadis dalam lukisan karya Jan Vermeer, Girl with a Pearl Earring (1665), yang ukurannya hampir sama dengan La Peregrina.
Namun, tidak mungkin Vermeer yang miskin bisa mendapatkan akses ke mutiara itu. Oleh karena itu, mutiara dalam lukisannya pastilah imajiner atau mutiara palsu yang terbuat dari kaca yang dipernis.
Vermeer memang memasukkan mutiara dalam sebagian besar lukisannya, biasanya sebagai tanda kekayaan dan status, tetapi kadang-kadang ada subteks tentang keagamaan, seperti lukisan Allegory of the Catholic Faith (1670).
Dalam lukisan itu, mutiara menjadi referensi untuk kemurnian suci. - subjek yang disayangi hati sang seniman, yang adalah seorang Katolik di negara yang mayoritas Protestan.
Pengembaraan La Peregrina
La Peregrina yang asli tetap menjadi milik keluarga kerajaan Spanyol sampai awal 1800-an.
Pada tahun 1808, Napoleon Bonaparte dari Prancis menyerbu Spanyol dan menunjuk saudaranya, Joseph Bonaparte, menduduki takhta Spanyol.
Ketika Prancis diusir dari Spanyol pada tahun 1813, Joseph membawa mutiara itu kembali ke Prancis dan memberikannya kepada saudara iparnya, Hortense de Beauharnais.
Mutiara itu kemudian diwariskan kepada putranya, Charles Louis Napoleon Bonaparte, yang nantinya menjadi Napoleon III, Presiden dan Kaisar Prancis pada pertengahan 1800-an.
Ketika Napoleon III memerlukan uang, ia kemudian menjualnya kepada James Hamilton, Duke of Abercorn dari Inggris.