JAKARTA - Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas mengatakan, siapapun yang menginginkan Joko Widodo (Jokowi) menjabat presiden selama 15 tahun merupakan pihak-pihak yang ingin mengubah tatanan demokrasi yang sudah dibangun secara baik, setelah adanya reformasi di Indonesia.
Fernando menegaskan, pembatasan masa jabatan presiden selama 10 tahun untuk memperkecil peluang bagi penguasa untuk menyalahgunakan jabatannya.
Baca juga: Jokowi Perintahkan Sekat 1 RT Bila Ada Warga di 5 Rumah Terkena Corona
“Kalaupun Jokowi dianggap berhasil menjalankan pemerintahannya selama ini pasti akan ada yang mampu menyamai atau bahkan lebih baik dari Jokowi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (21/6/2021).
Selain itu, Fernando juga meyakini Jokowi tidak ada niatan untuk melanjutkan masa jabatannya menjadi 15 tahun.
“Jangan menjerumuskan Jokowi hanya untuk kepentingan terselubung para para penggagas Jokowi 3 periode,” ucapnya.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Menuju Satu Juta per Hari
Fernando juga beranggapan bahwa Jokowi sudah mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang akan ikut kontestasi Pilpres 2024. Jokowi dianggapnya bakal menghadirkan sosok pemimpin yang mampu melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan pada 10 tahun pemerintahannya.
“Lima tahun periode keduanya tentunya Jokowi mampu mempersiapkan sosok yang akan memimpin Indonesia ke depan,” ujarnya.