Secepat kilat Guntur kabur ke kamar Bapak, di tengah jalan bertubrukan dengan Pak Saiin. Bummm! Pak Saiin yang sudah reyot itu (umurnya 70 tahunan) terkapar di lantai.
Bapak nggak apa-apa?
+ Alhamdulillah. Tuhan masih melindungi Bapak ... Syukur, Adis gimana?
Apa Bapak kena?
+ Ini apa (sambil menunjuk lukanya di lengan) ... Tapi bukan kena grabat! Kena kawat duri! Ho ho ho ... Waktu mbrobos pager rumah di depan sekolahmu, aku kecantol kawat durinya. Bapak disembunyikan oleh Kak Dijo dan Oding ... mereka melindungi Bapak dengan badannya ... Oding ternyata kena granat di pahanya ... Bapak kembali ke Istana dengan naik mobil lain, karena ternyata Chrysler yang dari Pak Ibnu Saud kena granat dan mogok.
Bapak takut nggak?
+ Bapak pasrah terserah kehendak Tuhan ... kasihan mereka-mereka yang tak berdosa ikut jadi korban ... sudahlah, hayo Tok, Bapak musti siap-siap untuk ... pers conference ... Kapan-kapam kau tengok Kak Ngatijono, sampaikan terima kasih dari Bapak. (aky)
(Widi Agustian)