"Aduuh turun pisan pak setengahnya, biasana 1.500.000 sehari, sekarang untuk dapat 1.000.000 aja susah." kata pedagang Sate.
Mendengar keluhan tersebut, Pak Uu langsung memberi support dengan doa agar pedagang sate bisa terus sabar dan tetap disiplin protokol kesehatan.
"Sing sabar nya mang, mudah-mudahan ada perubahan di negeri ini, tukang sate dan yang lainnya diberi kesabaran dan tetap disiplin protokol kesehatan, suatu saat akan dapat kebahagiaan dan kejayaan, sehat selalu mang," ujar Pak Uu.
Pak Uu siang itu tidak hanya kelaparan sehingga membakar sate sendiri di pedagang sate pinggir jalan di Tasikmalaya, tapi dia juga sedang memberikan contoh untuk tidak makan di tempat, melainkan dibungkus.
(Khafid Mardiyansyah)