TEGAL - Jasad para pahlawan yang gugur saat perang melawan Belanda pada 1947 dikuburkan di tempat yang kurang layak. Tempat pemakaman ini tampaknya menjadi tempat eksekusi para pahlawan tersebut.
Kini, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono memindahkan jasad pahlawan-pahlawan ini ke tempat yang lebih baik.
BACA JUGA: TNI AL Pindahkan Jasad Pahlawan Korban Tentara Belanda di Tegal
Lokasi baru yang dipilih yakni Komplek Perjuangan TNI AL Wana Samudera, Kalibakung, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Makam para pejuang yang dipindahkan berada di tempat yang kurang terawat, di sebuah Bukit Tempeh. Tempat itu menjadi lokasi para pejuang dieksekusi tentara Belanda dalam sebuah lubang yang dibuat sebelumnya.
Informasi adanya makam yang merupakan tempat pembantaian didapatkan dari masyarakat bahwa pada 1947 telah terjadi pembantaian pihak tentara Belanda kepada para ulama dan pejuang ALRI.
Menurut saksi mata Suwarno saat itu berusia sekitar 10 tahun melihat kejadian adanya ulama bersama pejuang ALRI diberondong senapan setelah sebelumnya disuruh menggali lobang.
BACA JUGA: TNI AL Siapkan Gedung Karang Pucung Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Gejala Ringan
Hasil laporan tersebut ditindaklanjuti TNI AL dengan melaksanakan riset dan penelitian memang pada waktu itu telah terjadi bencana kemanusian berkaitan dengan pembantaian tersebut.
Hasil dari penggalian di tempat tersebut ditemukan berupa proyektil dan bekas selongsong peluru dan ikat kepala yang masih tertinggal yang diyakini milik H Yahya bin Sejan, hal ini diyakini para ahli warisnya bahwa waktu kejadian H Yahya memakai ikat kepala yang ditemukan.