Cerita Pintu Kecil yang "Menyelamatkan" Keraton Solo saat Banjir 1966

Bramantyo, Jurnalis
Selasa 03 Agustus 2021 08:25 WIB
Pintu kecil Keraton Kasunanan Solo (foto: Okezone/Bramantyo)
Share :

Lantas kalau bukan pintu utama atau pintu masuk para abdi dalem, mengapa pintu itu dibuat?

Menurut Restu, pintu yang ada di tembok tempat tinggal para abdi dalem di wilayah Gambuhan tersebut sebenarnya bukanlah sebuah pintu, tapi bagian dari tembok keraton yang sengaja dijebol oleh pihak keraton. Tembok sengaja dijebol agar air yang menggenangi Keraton Kasunanan Surakarta saat banjir besar melanda Kota Solo pada 1966 mengalir ke daerah Kalilarangan.

Saat itu, ungkap Restu, Kota Solo dilanda banjir besar. Hampir semua wilayah di sana kebanjiran, termasuk lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta.

Bisa dibayangkan dengan tembok berukuran cukup tinggi mengelilingi, membuat Keraton Solo bagaikan kolam penuh air. Bahkan, ketinggian air di dalam keraton saat itu sudah mencapai tiga perempat dari lawang gapit.

"Keraton saat itu sudah dikepung air. Ketinggian air sudah mencapai tiga perempat lawang gapit. Akibat banjir itu, benteng keraton di bagian selatan jebol tak kuat menahan air," papar Restu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya