Suzanna setuju. Sayangnya tidak diceritakan lebih jauh bagaimana akhirnya mereka berdua menikah. Surat itu hanya menceritakan, Suzanna bersumpah di bawah Kitab Injil di depan seorang budak tua yang mencintai Surapati seperti anaknya sendiri. Bahwa, Suzanna akan mencintai Surapati seumur hidupnya.
Diceritakan dalam surat Kepada Anakku! itu, Suzanna ketika itu berusia 16 tahun. Sayangnya usia Surapati tidak disebutkan. Sekadar dikisahkan, usia Surapati berada di atas umurnya.
Singkat cerita, perkawinan secara sembunyi-sembunyi antara Untung Surapati dan Suzanna Moor ternyata tidak dapat disembunyikan lagi. Ayah Suzanna yang sekaligus majikan Surapati, sangatlah murka.
Surapati ditahan, didera, dan dijatuhi hukuman mati. Namun keberuntungan ternyata masih menyertainya. Surapati akhirnya bisa meloloskan diri dari penjara dan kemudian jadi pengacau keamanan di daerah-daerah sekitar Batavia.
Suzanna, meskipun tengah hamil, seketika diusir pergi juga. Terlebih, setelah ayahnya bermaksud menikahkan Suzanna dengan relasi-relasi ayahnya, namun masih seperti dulu tetap saja ditolak anaknya. Ditambah terbetik kabar, Surapati menyerahkan diri dan kemudian berkarir militer sebagai tantara VOC, Tuan Moor lantas memutuskan memulangkan anak semata wayangnya ke Belanda.
Robert, demikian nama anak itu, lahir setelah momen Suzanna mendengar kabar jika Surapati berhasil lolos dari penjara. Ditinggal ibunya yang meninggal dunia saat perjalanan naik kapal dari Hindia ke Belanda, ia kemudian dibesarkan keluarga van Reijn. Hidup di Belanda, Robert barulah tahu kalau van Reijn bukanlah orang tuanya setelah mereka wafat. Ada surat dari mendiang ibunya, yang diperuntukkan bagi Robert setelah dewasa.
Merasa frustasi karena sejak kecil sering diolok-olok memiliki kulit berbeda dengan teman-teman Eropa-nya, juga karena merasa sebatang kara setelah tahu keluarga van Reijn hanyalah keluarga angkat semata, Robert memutuskan bertolak ke Batavia dengan cita-cita menjadi tantara VOC. (din)
(Rani Hardjanti)