PERKAWINAN secara sembunyi-sembunyi antara Untung Surapati dan Suzanna Moor ternyata tak bisa disembunyikan lagi. Ayah Suzanna yang sekaligus majikan Surapati pun murka. Surapati ditahan, dan dijatuhi hukuman mati, hingga akhirnya bisa meloloskan diri dari penjara, dan menjadi pengacau keamanan di daerah-daerah sekitar Batavia.
Namun, Suzanna dengan kondisi hamil diusir oleh ayahnya. Terlebih, setelah ayahnya bermaksud menikahkan Suzanna dengan relasi-relasinya, namun masih seperti dulu tetap saja ditolak anaknya. Ditambah terbetik kabar, Surapati menyerahkan diri dan kemudian berkarir militer sebagai tantara VOC, Tuan Moor lantas memutuskan memulangkan anak semata wayangnya ke Belanda.
Baca juga: Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Bantai Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur
Suzanna pun meninggal dunia saat melahirkan dalam perjalanan naik kapal dari Hindia ke Belanda. Singkat cerita, anak itu diberi nama Robert, dan dibesarkan keluarga van Reijn. Hidup di Belanda, Robert barulah tahu kalau van Reijn bukanlah orang tuanya setelah mereka wafat. Ada surat dari mendiang ibunya, yang diperuntukkan bagi Robert setelah dewasa. Hal itu dilansir dari indonesia.go.id.
Merasa frustasi karena sejak kecil sering diolok-olok memiliki kulit berbeda dengan teman-teman Eropa-nya, juga karena merasa sebatang kara setelah tahu keluarga van Reijn hanyalah keluarga angkat semata, Robert memutuskan bertolak ke Batavia dengan cita-cita menjadi tantara VOC.
Baca juga: Di mana Jasad Untung Surapati, Dikubur atau Dibuang ke Laut?
Untung Surapati akhirnya berhasil mendirikan kerajaan kecil di Pasuruan. Ia memerintah di daerah itu dengan gelar Raden Wiro Negoro.
Robert sebagai tentara VOC di Tanah Hindia, suatu ketika ditugaskan menjadi mata-mata ke Jawa Timur. Namun sayangnya karena kurang hati-hati, Robert akhirnya tertangkap pasukan Surapati. Robert ditahan dan kemudian diantar ke hadapan Surapati.