Refleksi Perjalanan Panjang 35 Tahun PHT di Indonesia

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 16 Agustus 2021 14:17 WIB
PHT di Indonesia. (Foto: Dok.Ditjen Tanaman Pangan)
Share :

Refleksi perjalanan panjang pelaksanaan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Indonesia bersama para stakeholdernya merupakan momen khusus untuk mengekspresikan kesan dan pesan konstruktif, harapan-harapan, maupun kritik terhadap pelaksanaan PHT di Indonesia. Buah dari refleksi ini adalah agar PHT tidak berhenti, melainkan dapat terus berjalan dan semakin meningkat lebih baik.

Pelaksanaan PHT di masa mendatang diharapkan dapat mendukung pencapaian visi pembangunan pertanian, yaitu pertanian yang maju, modern, dan mandiri. Refleksi bersama insan-insan PHT yang dilaksanakan melalui diskusi interaktif acara webinar tersebut digawangi oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan dengan judul “Refleksi 35 Tahun PHT di Indonesia” (12/08/2021).

Diskusi interaktif webinar kali ini di pandu oleh moderator dari UGM, Andi Trisyono, yang juga merupakan guru besar dari universitas negeri tertua di Indonesia. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui zoom dan juga disiarkan langsung melalui chanel youtube Propaktani dan diikuti kurang lebih 1.000 orang peserta yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga: Indonesia Ekspor Produk Pertanian Rp7,29 Triliun ke 61 Negara

Perjalanan panjang PHT di Indonesia juga diungkapkan oleh sesepuh yang juga pelaku sejarah PHT, Sutarto Alimuso, bahwa PHT di Indonesia yang kelahirannya dulu berawal dari adanya ledakan serangan wereng coklat pada tanaman padi, dalam perjalanannya telah mampu mengendalikan keberadaan serangan hama tersebut serta hama dan penyakit lainnya. Sistem PHT sampai sekarang masih sangat relevan untuk dilaksanakan sebagai implementasi perlindungan tanaman pangan mengikuti perkembangan budaya dan teknologi pertanian.

Sutarto mengatakan, pelaksanaan PHT di Indonesia sejak awal kelahirannya sampai sekarang ini telah berhasil mengendalikan ledakan serangan beberapa OPT tanaman pangan seperti wereng cokelat, belalang kembara, penggerek batang padi, dan lain-lain. Untuk saat ini PHT masih sangat relevan untuk terus diterapkan sebagai sistem pengelolaan OPT.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya