Selain itu, dirinya juga pernah menengahi konflik pemimpin dari negara tetangga. Kedua belah pihak merupakan teman JK sehingga dirinya berani mengatakan apa pun saat itu.
"Saya pernah diminta menangani konflik pemimpin dari negara tetangga kita bagaimana mereka bersatu, tiga hari ke negara itu untuk berbicara yang keduanya teman saya. Jadi saya bisa bicara dengan bebas dan sebenarnya konflik sudah selesai karena salah satu tidak komitmen jadi dua duanya bermasalah," ujarnya dikutip MPI dari YouTube PUSAD Paramadina.
Baca Juga: JK: Taliban Tak Akan Usik KBRI di Afghanistan
Meski demikian, menurut JK, mediator harus menanggung konsekuensi. Karenanya, ia mengingatkan seorang mediator tidak boleh takut. "Anda tidak perlu berani cuma jangan penakut," ujar JK.
(Arief Setyadi )