Aksi Heroik Taifib dan Pasukan Katak TNI AL Rebut Objek Vital Dikuasai Musuh

Riezky Maulana, Jurnalis
Senin 23 Agustus 2021 07:12 WIB
Pasukan elite TNI AL. (Foto: Dok TNI AL)
Share :

JAKARTA - Batalion Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) menggelar Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus Gabungan (Latopsdukpassusgab) 2021, Minggu (22/8/2021). Adapun latihan bertempat di daerah latihan pertempuran Marinir Banongan, Situbondo, Jawa Timur.

Dalam latihan ini, dua pasukan elite menggelar simulasi perebutan objek vital daerah Situbondo yang dikuasai musuh, dengan menggunakan dua unit pesawat berjenis Casa.

Ketika berada di ketinggian 6.000 kaki, satu per satu prajurit melaksanakan terjun tempur dan rubber duck operation (RDO) menuju titik koordinat dropping zone (DZ) darat dan laut. Selanjutnya, Taifib dan Kopaksa bermanuver dengan senyap menuju sasaran yang telah dikuasai oleh musuh. 

"Tujuan latihan ini untuk menguji kemampuan, keterampilan, dan kesiapan pertempuran darat, laut dan udara prajurit Taifib Korps Marinir dan Kopaska Koarmada TNI AL dalam rangka mendukung tugas pokok Kogab TNI," jelas Dipen Kormar dalam keterangannya dikutip, Senin (23/8/2021).

Dalam latihan ini seluruh Pasukan Khusus TNI AL itu melaksanakan materi latihan mulai dari terjun tempur yang dilakasanakan malam hari dengan tujuan mengutamakan faktor kerahasiaan. 

Baca juga: Mengenal KRI Golok-688, Kapal Rudal Siluman Terbaik di Dunia Karya Anak Bangsa

Kemudian, Rubber Duck Operation (RDO), yang diawali dengan menerjunkan perahu karet dari pesawat selanjutnya para penerjun dengan teknik free fall menyusul mendarat di laut dengan material perahu karet, dan angsung menuju pantai yang dikuasai musuh mengutamakan faktor kecepatan. 

Selanjutnya, menggunakan teknis Stabo (Suspention Tactical Airbourne Operations) yakni suatu tehnik pemindahan pasukan lewat udara dengan menggunakan tali yang digantungkan pada helikopter dengan tujuan untuk melaksanakan eksfiltrasi dari suatu tempat dengan cepat. 

"Dari beberapa teknik tersebut harus dilakukan oleh pasukan khusus yang sudah sangat terlatih karena dalam pelaksanaan suatu operasi sangat dibutuhkan kerahasiaan, kecepatan, kecermatan, ketelitian dan perhitungan yang tepat karena resiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan pasukan maupun alutsista," katanya. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya