Cerita dari Boven Digoel, Tempat Pembuangan Pejuang Kemerdekaan di Masa Penjajahan Belanda

Tim Okezone, Jurnalis
Minggu 29 Agustus 2021 06:30 WIB
Kamp pengasingan Boven Digoel (Foto: Wikipedia)
Share :

BOVEN Digoel merupakan lokasi pengasingan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Boven Digoel tercantum dengan nama Tanah Merah di peta, merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Merauke, Papua, ujung timur Indonesia.

Penghuni Digul ini hampir semuanya adalah para aktivis politik yang melakukan pemberontakan kepada kolonial Belanda. Demikian dilansir dari Indonesia.go.id.

Banyak tokoh-tokoh terkenal yang dibuang ke sana, ada juga banyak cerita para penghuni kamp, yang merupakan sejarah kecil untuk menuju ke kemerdekaan Indonesia.

Salah satunya Thomas Nayoan pemuda asal Minahasa yang berusaha untuk melarikan diri dari kamp tersebut. Semuanya tertulis dalam buku “Jalan ke Pengasingan” karya John Ingleson, dalam buku ini diceritakan bahwa Thomas Nayoan ini adalah tawanan yang gigih untuk melarikan diri, walaupun pelariannya gagal dan sempat menyasar ke Australia.

 (Baca juga: Boven Digoel, Hatta hingga Sutan Sjahrir Dibuang ke Tempat Pengasingan Paling Seram Ini)

Ia melarikan diri lewat sungai dengan menggunakan perahu, akan tetapi malah tibanya di Australia, karena memang sebelumnya Australia sudah memiliki perjanjian ektradisi dengan Belanda, maka Ia digelandang kembali ke kamp Digul, Ia merupakan salah satu tokoh dalam pemberontakan PKI di Banten.

Cerita lainnya datang dari Mohammad Bondan, aktivis PNI kelahiran Cirebon tahun 1910. Kisahnya ini diceritakan dalam karya dengan judul “Spanning a Revolution” yang menceritakan adalah istrinya, Molly Bondan menceritakan pengalaman suaminya selama berada di kamp konsentrasi Digul.

Dalam buku itu dikisahkan perjalanan Bondan ketika di Digul, Ia merupakan rombongan dari Hatta, Syahrir, dan para aktivis lainnya.

 (Baca juga: Gubernur Papua Masih Dirawat, Mendagri Lantik Bupati Supiori dan Penjabat Bupati Boven Digoel)

Bondan ini menceritakan tentang perlakuan yang Ia dapatkan dari pemerintah kolonial Belanda, yang sering membuat permusuhan antara para tawanan, yang membuat tawanan saling bertengkar karena perbuatan mereka yang mengadu domba para tawanan kamp Digul.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya