Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menegaskan bahwa komoditas porang dan sarang burung walet merupakan komoditas prioritas yang akan digarap serius untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Terutama ke pasar China dan negara-negara lain di Asia dan Eropa yang memiliki harga jual tinggi.
"Harus diakui bahwa harga yang paling mahal saat ini adalah ke negara China. Bukan berarti negara-negara lain tidak, tetapi yang harganya mahal itu ke Cina," ujar Mentan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu, 25 Agustus 2021.
Meski jadi negara tujuan, kata Mentan, saat ini China mulai selektif terhadap barang ekspor yang diterimanya. Bahkan mereka mulai melakukan tracking terhadap komoditas porang dan walet untuk memastikan dua komoditas tersebut dalam keadaan mulus dan berkualitas.
"Mereka melakukan tracking mulai dari mana sarang burungnya, dari mana lahan penanamannya, di mana rumah processing-nya, di mana rumah industri pengolahannya sampai di mana tempat pengeringannya. Intinya mereka sangat menjaga bahwa dua komoditi ini kalau tidak bersih banget dam tidak sesuai dengan persyaratan yang mereka punya, maka mereka tidak alan beli," katanya.
Karena itu, Mentan meminta dukungan Komisi IV DPR RI dan seluruh stakeholder lainya untuk membuka ruang konsultasi dalam menjadikan porang dan walet sebagai komoditas unggulan Indonesia yang bisa memperkuat perekonomian negara.