Alhasil, pendapatan para kusir delman pun ikut tersendat lantaran tak adanya aktivitas di sektor pariwisata.
"Iya sejak ada Corona ini kerasa banget. Biasa mangkal di Monas sekarang malah benar-benar sepi. Kita berhenti sebentar aja udah digebah enggak boleh mangkal," ucapnya.
Akibatnya, Yahya pun harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kuda kesayangannya. Pendapatan sehari yang berkisar antara Rp50-Rp70 ribu terpaksa harus dibagi dua.
Baca juga: Viral, Kisah Tragis Kuda Mati saat Menarik Delman di Pinggir Jalan
Baginya, kebutuhan pakan kuda kesayangannya adalah hal yang utama lantaran selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.
Dia berucap, jika kudanya sakit karena kurang makan keluarganya pun akan merasakan hal serupa.
"Makan kudanya aja itu sehari 6 kilogram dedak. Harga dedaknya tuh Rp5 ribu. Otomatis kan sehari buat kudanya aja Rp30 ribu sisanya baru buat kebutuhan keluarga. Kadang juga makan kuda dikurangin jadi cuma Rp5 kilo aja kalau benar-benar dapetnya pas," tuturnya.
Baca juga: Apresiasi Vaksinasi di Jakarta, dr Tirta Sorot Lonjakan Covid di Luar Jawa
(Fakhrizal Fakhri )