Puncak Kejayaan Kerajaan Majapahit dan Peran Sentral Sungai Bengawan Solo

Agregasi Solopos, Jurnalis
Senin 20 September 2021 12:52 WIB
Sungai Bengawan Solo kini (Foto: Okezone)
Share :

SOLO – Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Pulau Jawa memiliki sejarah maritim yang luar biasa pada masa kejayaan Majapahit. Pada masa lalu tepatnya masa kejayaan Majapahit, sungai ini menjadi jalur pedagangan dan transportasi di Laut Jawa.

Sejarah maritim Sungai Bengawan Solo pernah diteliti oleh Ilham Arsandi, Jihan Putri Mileniawati, dan Mila Nursindi Rahayu dalam Riwayat: Educational Journal of History and Humanities yang diterbitkan Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh pada 2020.

Mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka itu menjelaskan betapa pentingnya Sungai Bengawan Solo pada masa Kerajaan Majapahit. Kala itu, Sungai Bengawan Solo menjadi jalur perdagangan dan transportasi utama bagi Kerajaan Majapahit.

Dikutip dari laman petabudaya.kemendikbud.go.id, Minggu (19/9/2021), sejak abad XIII-XIV, ketika Kerajaan Majapahit masih berada pada puncak kekuasaannya di Jawa Timur, Sungai Bengawan Solo menjadi jalur transportasi yang ramai.

Baca Juga: Kegagalan Gajah Mada Habisi Nyawa Raja Malaka

Pada saat itu Gresik yang masih disebut sebagai pelabuhan Ujung Galuh, menjadi pelabuhan laut terpenting di Jawa Timur bersama Tuban. Sejak masa itu, pelabuhan tersebut merupakan sebuah sarana pendaratan bagi kapal besar dengan jumlah pasukan yang cukup banyak.

Lokasi Gresik ini sangat strategis karena terletak di muara sungai besar yang disebut sebagai Bengawan Semanggi atau kini dikenal sebagai Bengawan Solo.

Berdasarkan data dari Kementerian PUPR Ditjen Sumber Daya Air BBWS Bengawan Solo, sungai ini merupakan yang terbesar di Pulau Jawa. Sungai ini memiliki aliran sungai yang luasnya sekitar 16.100 km persegi yang membentang dari Pegunungan Sewu, tepatnya di perbatasan antara Pacitan dan Wonogiri, hingga ke laut Jawa di sebelah utara Surabaya.

Sungai ini terpanjang di Pulau Jawa ini melintasi dua provinsi, Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan panjang 548,53 km. Hulu sungai ini berada di Gunung Lawu yang mengalir melintasi berbagai kota besar mulai dari Wonogiri, Solo, Ngawi, dan Bojonegoro yang bermuara di Laut Jawa wilayah Gresik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya