Mereka berbicara tentang "tahapan baru dalam kehidupan" di "tanah Jerman yang berlumuran darah", tetapi menguraikan rencana untuk beremigrasi "melampaui perbatasan Eropa."
Fela tampaknya yang menulis surat itu, mengatakan saudara perempuannya menikah dan punya bayi, sementara dia memiliki "suami yang sangat dicintai."
"Suami saya sudah mengenal Anda dari saya dan dia telah meminta saya untuk mengirimkan salam dan jabat tangan,” ujarnya.
Dengn menandatanganinya, dia mengungkapkan niatnya untuk tetap berhubungan, dengan mengatakan "ikatan persahabatan kita seharusnya tidak dapat dipatahkan."
Baru-baru ini, ayah Jurzyk menemukan surat lain di barang milik ayahnya sendiri. Dalam surat yang satu ini, tanggal 22 November 1949, Fela mengatakan dia dan suaminya tiba di Amerika Serikat setelah melintasi laut berbahaya. Dia menjelaskan bahwa saudara perempuan dan keluarganya tetap di Jerman tetapi berharap untuk segera pergi.
Norman yang penuh emosional mengatakan kepada CNN bahwa mendengar pesab dari Jurzyk "terasa seperti sebuah pertanda."
"Ketika saya menerima pesan itu, itu adalah hal yang paling luar biasa dan paling menyedihkan pada saat yang sama. Saya benar-benar percaya bahwa bibi buyut saya mengirimi kami sebuah pertanda,” terangnya.
Norman mengatakan dia pertama kali bergabung dengan MyHeritage untuk mencoba menemukan jawaban tentang masa lalu para suster.
"Semuanya adalah misteri. Kami tidak tahu bagaimana mereka bisa berada di sana atau ke mana mereka akan pergi. Ada potongan-potongan yang kami tahu, tetapi mereka hanya memberi tahu kami sedikit,” tambahnya.