Dijelaskan pula, rata-rata para pelaku perkelahian ini merupakan anak putus sekolah dan mereka merantau ke Bali untuk bekerja. Hampir seluruhnya merupakan pekerja serabutan.
“Pihak kepolisian akan memanggil keluarga para remaja ini dan meminta ikut melakukan pembinaan. Selain itu, kita meminta para remaja ini menandatangain surat pernyataan tidak akan melakukan hal serupa lagi,” tutupnya.
(Fahmi Firdaus )