5. Mayor Jenderal D.I Panjaitan
Donald Izacus Panjaitan lahir di Balige, 10 Juni 1925. D.I Panjaitan menjadi salah satu korban peristiwa G30S PKI. Dia menjadi target PKI karena berhasil membongkar penyelundupan senjata dari RRC untuk PKI. Atas jasanya M. T Haryono dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi berdasarkan surat keputusan Presiden RI No III/Koti/Tahun 1965 tanggal 5 Oktober 1965. Pangkat M.T Haryono juga dinaikan dari Brigadir Jenderal menjadi Mayor Jenderal.
6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
Sutoyo Siswomiharjo lahir di Kebumen, 28 Agustus 1922. Dia pernah diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Subroto. Dia menentang Angkatan Lima oleh PKI. Akhirnya Sutoyo Siswomiharjo diculik dan dibunuh. Dia dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi berdasarkan surat keputusan Presiden RI No III/Koti/Tahun 1965 tanggal 5 Oktober 1965. Pangkat Sutoyo Siswomiharjo juga dinaikan dari Brigadir Jenderal menjadi Mayor Jenderal.
7. Kapten Pierre Tendean
Piere Tendean lahir di Jakarta, 21 Februari 1939. Dia merupakan ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution. Dia menjadi korban salah sasaran. Sebab Pierre Tendean disangka AH Nasution oleh PKI.
AH Nasution salah satu jenderal yang menjadi target untuk dibunuh. M. T Haryono dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi berdasarkan surat keputusan Presiden RI No III/Koti/Tahun 1965 tanggal 5 Oktober 1965. Pangkat Pierre Tendean juga dinaikan dari Letnan Satu menjadi Kapten.
(Angkasa Yudhistira)