Konon Gajah Mada memang bukanlah orang yang haus jabatan dan ingin menduduki jabatan milik orang lain. Menurut Gajah Mada, jabatan patih amangku bumi hendaknya diserahkan dengan kerelaan pejabatnya sendiri. Atas kerelaan inilah makanan kerjasama dapat terjalin antara pejabat baru dengan Aria Tadah selaku pejabat lama.
Sifat lain yang dimiliki Gajah, ia menghindari perebutan jabatan. Hal ini juga yang membuat Gajah Mada masih enggan menerima tawaran jabatan sebagai patih dari Aria Tadah. Gajah Mada sadar diri ia masih belum memiliki jasa cukup besar kepada Majapahit, selagi menunggu bahwa ia memang layak menduduki jabatan itu.
(Awaludin)