Wapres: Pemulihan Ekonomi Mustahil Dilakukan Jika Covid-19 Masih Tinggi

Fahreza Rizky, Jurnalis
Rabu 06 Oktober 2021 17:46 WIB
Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin (foto: Dok Antara)
Share :

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemulihan ekonomi nasional mustahil akan terjadi jika kasus penularan Covid-19 masih tinggi. Sebab itu, dibutuhkan langkah luar biasa untuk meminimalisr hal tersebut.

Hal itu dikatakan Wapres dalam acara Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-30 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-61 Tahun Ajaran 2021, secara virtual, Rabu (6/10/2021).

"Pemulihan ekonomi mustahil dilakukan apabila tingkat penularan virus masih tinggi atau di atas 5% per seratus ribu penduduk sesuai standar WHO," ujarnya.

Selain penerapan protokol kesehatan, vaksinasi Covid-19 secara ilmiah dan empiris telah terbukti efektif untuk mengendalikan penularan. Selanjutnya dibutuhkan tingkat cakupan vaksinasi minimal sehingga tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Baca juga: Wapres Minta TNI-Polri Bantu Pemda dengan Capaian Vaksinasi Rendah

"Agar masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan resiko tertular virus Covid-19 yang lebih kecil," imbuhnya.

Baca juga: Wapres Sebut Imbas Pandemi Covid-19 Bikin Pengangguran Makin Banyak

Cakupan vaksinasi di Indonesia, kata Ma'ruf, adalah 208,5 juta jiwa demi mencapai herd immunity. Angka ini tidak kecil sehingga perlu penanganan bersama secara luar biasa.

"Dibutuhkan upaya extra ordinary dan masif guna merealisasikan pencapaian target vaksinasi tersebut, dalam jangka waktu yang ditetapkan, yaitu selama satu tahun," jelasnya.

"Dalam rangka upaya itulah maka bapak Presiden menginstruksikan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk memobilisasikan kekuatan, bersama-sama jajaran Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan percepatan vaksinasi nasional," sambung Wapres.

Di samping itu, pemerintah juga telah melakukan langkah luar biasa dalam penanganan Covid-19 mulai dari menerbitkan Perppu untuk memayungi berbagai kebijakan terkait pengelolaan APBN, serta refocusing dan realokasi anggaran dalam rangka upaya pemulihan kesehatan, perlindungan sosial, serta menjaga daya beli masyarakat.

Baca juga: Wapres: Pandemi Covid-19 Sebabkan Krisis Politik di Beberapa Negara

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya