Peras Pembeli BBM dengan Jeriken, 3 Polisi Gadungan Ditangkap

Solichan Arif, Jurnalis
Jum'at 08 Oktober 2021 11:08 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

BLITAR - Polres Blitar menangkap tiga orang warga Surabaya, Jawa Timur yang dilaporkan warga Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar atas dugaan pemerasan. Saat beraksi, ketiganya mengaku sebagai anggota polisi.

"Saat ini, masih dalam proses penyidikan," ujar Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udiyono kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Aksi kejahatan itu berlangsung di area SPBU Wonotirto. Saat korban berbelanja BBM dengan jeriken, ketiga pelaku tiba-tiba datang. IS (43) warga Kecamatan Sawahan. AR (51) warga Kelurahan Putat Jaya, dan AS (52) warga Kelurahan Petemon. Semuanya berada di wilayah Surabaya. Mereka menghentikan laju motor korban yang baru beberapa meter keluar area SPBU.

Baca Juga: Peras Toko Kosmetik, Kawanan Polisi Gadungan Diamankan

Dalam percakapan singkat, intinya pelaku mempermasalahkan pembelian BBM dengan jeriken. Mereka mengaku sebagai anggota kepolisian dan mengancam membawa korban ke Mapolres Blitar untuk diperiksa.

"Korban menolak dan saat itu juga menelepon atasannya, memberitahukan apa yang terjadi," kata Udiyono menjelaskan kronologi kejadian.

Melalui saluran telepon selular, komunikasi beralih antara pelaku dengan atasan korban. Pelaku meminta sejumlah uang. Mereka berjanji akan melepas korban sekaligus tidak memperkarakan, jika diberi uang tebusan. Permintaan dituruti. Atasan korban mentransfer uang Rp3 juta ke rekening salah satu pelaku.

"Namun, karena curiga menjadi korban penipuan dan pemerasan, yang bersangkutan langsung melapor ke Polres Blitar," terang Udiyono.

Baca Juga: Peras Orang yang Keluar dari Hotel, 3 Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap

Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Saat ditangkap, ketiga pelaku masih berada di sekitar area SPBU Wonotirto. Petugas langsung menggelandang ketiganya ke Mapolres Blitar.

Selain menyaru sebagai petugas kepolisian. Dalam pemeriksaan terungkap ketiga warga Surabaya tersebut juga mengaku sebagai wartawan di sebuah media yang diduga abal-abal. Menurut Udiyono, saat ini pihaknya masih terus mengembangkan penyidikan. Sebab tidak tertutup kemungkinan ada korban lainnya. "Saat ini petugas masih mengembangkan penyidikan," pungkas Udiyono.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya