Eks Pengawal Klaim Punya Bukti Presiden Ghani Kabur dari Afghanistan Bawa Tas Penuh Uang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 11 Oktober 2021 10:23 WIB
Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. (Foto: Reuters)
Share :

Sharifi mengatakan kepada Daily Mail bahwa dia pergi ke Kementerian Pertahanan Afghanistan pada 15 Agustus untuk sebuah pertemuan yang seharusnya dihadiri Ghani. Sebagai kepala bagian keamanan presiden, adalah tugasnya untuk melucuti para penjaga di kementerian untuk memastikan keselamatan Ghani. Tetapi sambil menunggu panglima datang, sang jenderal mendapat telepon yang menunjukkan bahwa Ghani malah pergi ke bandara.

VIP lainnya, seperti menteri pertahanan dan anggota rombongan Ghani, juga termasuk dalam evakuasi rahasia, tetapi Sharifi mengklaim bahwa dia tidak pernah diberi tahu tentang rencana pelarian itu.

“Mereka baru saja melarikan diri dan meninggalkan saya,” katanya.

Sharifi menduga bahwa uang yang dicuri oleh Ghani seharusnya digunakan untuk pasar pertukaran mata uang, namun malah diambil oleh sang presiden.

"Ghani pada akhirnya tahu apa yang akan terjadi, jadi dia mengambil semua uang itu dan melarikan diri," ujar Sharifi.

Meskipun mengatakan bahwa dia memiliki rekaman yang berpotensi memberatkan Ghani dan rekan-rekannya, Sharifi belum terburu-buru untuk merilisnya. Dia mengatakan bahwa dia akan mempublikasikan video itu begitu dia "di tempat yang aman" di tanah Inggris.

Namun, upaya sang jenderal untuk mendapatkan persetujuan untuk program pengungsi Afghanistan di negara itu sejauh ini tidak berhasil.

Sang jenderal mengatakan bahwa dia pikir dia memiliki calon sponsor militer Inggris di mantan perwira Artileri Kerajaan Johnny Mercer, sekarang seorang anggota parlemen, yang katanya membantu melatihnya. Tapi Mercer mengatakan kepada Daily Mail bahwa dia tidak mengenal Sharifi.

Saat ini, Sharifi dilaporkan bersembunyi di ruang bawah tanah di Afghanistan. Dia mengatakan dia dicari oleh Taliban, dengan kelompok militan menawarkan hadiah yang setara dengan hampir USD14.000 (sekira Rp198,8 juta) untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya