JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito menegaskan pentingnya aktivitas pengelolaan dan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk menghindari ancaman bencana alam yang dapat dicegah.
Untuk itu, Kepala BNPB menekankan pentingnya daya dukung lingkungan melalui kebijakan pembangunan yang pro lingkungan, juga kebiasaan dan budaya masyarakat setempat.
"Berbicara tentang daya dukung lingkungan, maka sangat terkait dengan kebijakan pembangunan dan implementasinya, terkait juga dengan kebiasaan dan budaya masyarakat, serta kerentanan bencana lainnya," ucap Ganip Warsito dalam keterangannya, Rabu (20/10/2021).
Baca juga: Kapolri Minta Jajaran Siapkan Antisipasi Bencana Alam
Menurut mantan Kasum TNI ini, selain ancaman bencana yang tidak dapat dicegah, seperti Ancaman Geologi berupa Gempabumi, Tsunami, Erupsi Gunungapi, Putting Beliung yang terjadi secara tiba-tiba, ada juga ancaman bencana yang dapat dicegah.
Ancaman bencana yang dapat dicegah itu terkait dengan daya dukung lingkungan, seperti: Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan.
Baca juga: 11 Bencana Alam Landa Kota Bogor, Ini Sebarannya
Dalam catatannya, Ganip mengatakan setiap tahun lahan kritis di Indonesia, terus mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan perubahan drastis pada Daerah Aliran Sungai (DAS), sebagai penjaga siklus hidrologis.
"Pada Tahun 1984, terdapat 22 DAS kritis, Tahun 1994 terdapat 39 DAS kritis, Tahun 1998 terdapat 62 DAS kritis; dan pada Tahun 2016 terdapat 108 DAS kritis," ujarnya.