5 Fakta Sukmawati Pindah Agama Hindu, Ritual Digelar Besok hingga Reaksi Adem Muhammadiyah

Mohammad Adrianto S, Jurnalis
Senin 25 Oktober 2021 18:02 WIB
Sukmawati Soekarnoputri (Foto : Okezone.com)
Share :

BALI - Putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri membuat pernyataan mengejutkan, yakni pindah agama dari Islam ke Hindu saat ulang tahunnya yang ke-70 pada Selasa (26/10/2021) besok.

Terdapat beberapa fakta menarik mengenai kepindahan agama Sukmawati yang sudah dirangkum sebagai berikut:

1. Ritual Diadakan Besok

Sukmawati dikabarkan akan menjalani ritual pindah agama di ulang tahunnya yang ke-70 pada Selasa, 26 Oktober 2021, yang akan diselenggarkan di Balai Agung Singaraja, Bali.

Ritual "Sudhi Wadani" ini akan diselenggarakan oleh Keluarga Besar Dadia Pasek Baleagung Buleleng, yang merupakan keluarga Rai Srimben.

2. Dibiayai oleh The Sukarno Center Bali

Seluruh biaya ritual ini akan ditanggung oleh The Sukarno Center Bali, demikian pernyataan dari Kepala Sukarno Center di Bali, Gusti Ngurah Arya Wedhakarna. Sukarno Center di Bali, Gusti Ngurah Arya Wedhakarna.

“Kami dari Soekarno Center Bali diminta oleh Ibu Sukmawati langsung untuk menyiapkan semua teknis. Dari acara ritual, sajen-sajen, mengurus tentang ceremony administrasi dengan pariwisata Hindu. Semuanya disiapkan oleh kami,” papar Arya pada Sabtu, (23/10/2021).

Baca juga: Biaya Ritual Pindah Agama Hindu Sukmawati Ditanggung Sukarno Center

3. Tidak Undang Banyak Tamu

Lebih lanjut, Arya mengatakan, beberapa anggota keluarga Sukmawati kemungkinan akan hadir dalam acara prosesi perpindahan agama tersebut.

Beberapa di antaranya yang diperkirakan hadir adalah anak-anak Sukmawati Gusti Pangeran Haryo Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, Gusti Raden Ayu Putri Agung Suniwati dan Muhammad Putra Perwira Utamamerestui.

“Keluarganya hadir terutama putra-putri beliau, kita mengundangnya terbatas sekali. Kita sampaikan pemberitahuan ke Presiden, sesuai dengan perintah Ibu Sukmawati tapi undangannya terbatas dan prokes, sederhana acaranya,” ujar Arya.

Selaras dengan Arya, pihak Kelian Dadia Pasek Baleagung Buleleng, Suadnyana Pasek, berharap acara ritual tersebut tidak dihadiri banyak tamu karena kondisi tidak memungkinkan untuk itu.

"Atas pertimbangan penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 dan menjaga kekhidmatan serta kesakralan upacara Sudhi Wadani, kami pihak keluarga tidak pernah mengedarkan surat undangan untuk menghadiri pelaksanaan upacara manusia yadnya sudhi wadani yang akan kami selenggarakan," kata Suadnyana Pasek.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya