"Dalam laporannya nampak bahwa pelapor khusus membawa rumor yang tidak berdasar ke simpulan yang kilat dan berisiko," terang junta.
Junta menempuh pola yang kian defensif saat tekanan internasional meningkat, termasuk dari ASEAN, blok yang sudah lama dituduh mempunyai garis lemah terhadap pemerintah militer Myanmar.
Keputusan ASEAN yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 15 Oktober untuk mengecualikan pimpinan junta Min Aung Hlaing dari KTT pekan ini menuai amarah dari militer, yang melancarkan serangan balik pada Jumat (22/10). Junta menuding pengecualian itu melanggar norma konsensus dan non-intervensi.
Aksi protes dan kerusuhan telah melumpuhkan Myanmar sejak kudeta 1 Februari, dengan militer dituding melakukan tindakan sadis dan kekuatan berlebihan terhadap warga sipil meski junta menyalahkan kekacauan pada "teroris" yang bersekutu dengan pemerintah bayangan.
(Susi Susanti)