"Di Jakarta satu tahun, pulang diantar anak ke tempat saudara (Magelang) sama adik, lalu dibawa ke sini (Griya Lansia Husnul Khatimah Malang) sama anak. Adik nikah dibawa ke sini," bebernya.
Setelah enam hari tinggal di panti lansia, Trimah mengaku mulai betah dan bahkan mengaku tak mau pulang ke rumah. "Tapi kalau dibawa pulang, saya enggak mau, masih betah di sini. Enggak mau (pulang), di sini saja, daripada di rumah kita disa-siakan, anak-anak ikut mertua semua," tuturnya.
"Di sini enak kerasan banyak temannya, pegawainya ya baik - baik, banyak yang merawat saya. Makannya nasi sayur, dapat fasilitas kesehatan," terangnya.
Kesehariannya ia habiskan dengan belajar agama Islam, mulai mengaji, mendengarkan pengajian, hingga berinteraksi dengan perawat-perawat di panti lansia ini. "Belajar ngaji, dengarkan khutbah sama senam pagi. Habis subuh ngaji, siang istirahat, sampai sore," bebernya.
Kendati telah betah tinggal di panti lansia, Trimah sempat menitipkan pesan untuk sang anak-anak kandungnya, agar tidak melupakan dirinya sebagai orang tuanya.
"Pesannya supaya masih ingat punya orang tua, masih ingin dijenguk, yang penting sadar saja bahwa punya orang tuanya itu saja yang kita kangenin," ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)