KEHADIRAN Syekh Subakir bisa diterima penduduk Jawa. Dengan menjunjung tinggi tata krama, Syekh Subakir berhasil mengambil hati orang Jawa. Menurut Umar (60) pengelola situs Syekh Subakir di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Ibarat tamu, Syekh Subakir lebih dulu mengetuk pintu. Termasuk saat menjalankan misi menyebarkan Islam.
Utusan khalifah Baghdad tersebut, lebih dulu meminta izin penguasa tanah Jawa. "Ibarat tamu, Syekh Subakir kulon nuwun dulu, sehingga bisa diterima penduduk Jawa," tutur Umar (60). Tidak ada sumber tertulis yang menuliskan kapan Syekh Subakir tiba di tanah Jawa. Begitu juga dengan sosok penampilan Syekh Subakir. Tidak ada yang tahu pasti.
Baca juga: Kisah Syekh Subakir Memaku Pulau Jawa di Gunung Tidar Magelang
Apakah berbaju gamis lengkap dengan surban di kepala sebagaimana dipakai orang Timur Tengah. Atau meniru cara berpakaian orang Jawa. Umar mengaku tidak tahu. Satu-satunya sumber yang ia pegang selama ini adalah cerita tutur. Umar meyakini cerita Syekh Subakir sebagai penyebar Islam awal di tanah Jawa, benar adanya.
"Konon lebih awal dibanding Wali Songo," kata Umar.
Umar juga menerima cerita, Syekh Subakir bukan utusan yang pertama dari Khalifah Baghdad. Jauh sebelumnya, Khalifah sudah pernah mengirim utusan ke Jawa, namun gagal. Penduduk Jawa yang merasa terusik, memangsa para utusan. Orang-orang asing tersebut, dihabisi. Mereka yang selamat, pontang-panting pergi menyelamatkan diri.
"Saat itu Jawa masih berupa hutan rimba," terang Umar.