Menurut rencana itu, satu orang juga akan bertanggung jawab untuk "menangani GPS" untuk memastikan waktunya tepat. Sementara itu, yang lain akan mulai aktif mendesak orang yang "sakit" mendapatkan bantuan jika kapten menolak melakukan pendaratan darurat.
Iklan yang ditulis dalam bahasa Arab memiliki lebih dari 6.500 tampilan sebelum dihapus, El Pais melaporkan. Polisi terus menanyai para penumpang yang ditahan, meskipun sejauh ini mereka belum menjalin hubungan yang “jelas dan dapat diidentifikasi” antara para tahanan, tambah media.
Mereka yang ditahan akan diadili pada Senin (8/11/2021), menghadapi deportasi ke negara asal mereka. Patroli Pamong Praja dan Polri terus melakukan pencarian terhadap sisa 12 penumpang yang masih buron.
(Rahman Asmardika)