”Seandainya mau menembak Jenderal Ryamizard pasti kena, karena satu regu dengan senjata lengkap dan jarak dekat hanya 4 meter. Melihat Jenderal Ryamizard yang kadang berjalan kaki, kadang mengendarai motor. Kami tidak jadi menembak Jenderal Ryamizard mengingat jasanya besar untuk Aceh. Yang membangun Aceh adalah Jenderal Ryamizard,” ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh SINDOnews dari orang kepercayaan Ryamizard Ryacudu yang enggan disebutkan namanya menuturkan, jika insinyur tersebut merupakan anak buah dari Panglima Perang GAM Muzakir Manaf. “Dia (insinyur) itu anak buah Panglima Perang GAM Muzakir Manaf,” ucapnya singkat.
(Angkasa Yudhistira)