Ridwan Kamil Tinjau Kali Rasmi Bekasi yang Viral Mirip Awan dan Bau Busuk

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis
Selasa 09 November 2021 22:34 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil tinjau Kali Rasmi di Bekasi (Foto: Pemprov Jabar)
Share :

Dia pun meminta Pemkab Bekasi meniru program Citarum Harum dalam menangani pencemaran di Kali Rasmi, agar kejadian serupa tak terulang. Kualitas air Sungai Citarum menurutnya membaik dari asalnya cemar berat menjadi cemar ringan hanya dalam waktu tiga tahun.

"Meng-copy keberhasilan Citarum. Sungai ini rumit karena melewati 13 kota/kabupaten. Dari yang asalnya hitam tercemar menjadi cemar ringan. Kalau Citarum skala besar saja bisa kenapa kali yang lebih kecil tidak bisa. Kuncinya adalah kekompakan itu," paparnya.

Adapun pola yang bisa diterapkan, yakni pola pentaheliks yang melibatkan semua stakeholders, mulai dari pemerintahan, akademisi, pengusaha, komunitas, dan media. Pada program Citarum Harum, kata Kang Emil, komunitas lingkungan dan pelibatan TNI/Polri sangat mudah dilakukan dan efektif.

"Diharapkan semakin banyak penjahat lingkungan yang takut membuang limbah karena tentara dan polisi memiliki karakteristik tegas dan mengedepankan NKRI. Mari kita mulai tradisi melibatkan TNI/Polri dan komunitas. Selama ini kalau tidak melibatkan TNI/Polri, yang buang limbah tidak takut," jelasnya.

Kang Emil pun mencontohkan kasus dimana salah satu pabrik membuang limbahnya ke Sungai Citarum selama bertahun-tahun tanpa diolah terlebih dahulu. Praktik tersebut akhirnya diketahui oleh anggota TNI/Polri dan saluran pembuangan limbahnya langsung dicor.

"Waktu di Citarum juga sama, bertahun-tahun enggak ada yang takut. Waktu TNI Polri datang, langsung saluran limbahnya dicor. Tercatat ada 70 pabrik ngeyel kita bawa ke pengadilan," sebutnya.

Sebelum ke pengadilan, tambah Kang Emil, sanksi sosial akan diberlakukan dengan meminta maaf secara terbuka kepada publik yang otomatis akan mempengaruhi citra baik perusahaan. Kemudian, perusahaan pun akan dihukum dengan membuat berbagai fasilitas pengolah libah atau infrastruktur anti pencemaran.

"Satu hal lagi yang harus ditiru adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mulai dari hal terkecil yakni tidak membuat sampah atau limbah cair ke sungai. Tidak bisa pemerintah membereskan berbagai urusan sementara sumber yang bikin banjirnya datang dari mereka-mereka yang buang sampah sembarangan," beber Kang Emil.

Dengan pola yang sama dengan penanganan Sungai Citarum, Kang Emil optimistis penanganan Kali Rasmi dapat terselesaikan dengan cepat. Satu bulan pertama yang perlu dilakukan adalah penguatan organisasi, termasuk membentuk tim patroli dengan melibatkan pemuda.

"Pola Citarum akan dipakai untuk diterapkan di Kali Rasmi ini. Waktu satu bulan kita selesaikan organisasinya," tandas Kang Emil.

Sebelumnya diberitakan, warga dihebohkan dengan munculnya limbah yang mencemari Kali Rasmi. Limbah itu berbentuk buih yang kemudian menggunung hingga menyerupai awan. Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh warga, Indra Lesmana (36) melalui media sosial.

Saat dikonfirmasi, Indra mengaku kejadian itu berlangsung sekitar pukul 5.30 WIB, Selasa (2/11/2021) pagi. Ketika hendak memancing di lokasi, Indra kaget dengan sungai yang telah berbusa. Lebih dari itu, busanya makin banyak hingga menggunung.

"Jadi pas mau mancing ini, kaget saya. Ini apa, terus pas dideketin ternyata busa. Banyak banget. Dari jauh sih kaya awan gitu, bagus. Pas dideketin ya bau. Bau gimana sih kayak limbah gitu," katanya.



(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya