Setelah menyatakan Proklamasi Kepolisian, lalu Polisi Istimewa menyebarluaskan teks Proklamasi tersebut dengan cara ditempelkan di tempat-tempat yang ramai dan dapat dibaca orang. Selain menempelkan teks Proklamasi Kepolisian, Polisi Istimewa juga menempelkan teks Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia.
Kemudiam pimpinan Polisi Istimewa dari Jepang yaitu Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto digantikan oleh Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin. Pasukan Polisi Istimewa turut serta berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dibawah pimpinan Inspektur Polisi I Mochammad Jasin.
Setelah setahun lebih Polisi Istimewa berkiprah di garda depan dalam berbagai perebutan fasilitas militer dan tempat-tempat strategis di pulau Jawa dan Sumatera, pada tanggal 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).
Berdasarkan surat order Y. M. Menteri Kepala Kepolisian Negara No. Pol. 23 /61/ tanggal 12 Agustus 1961 ditetapkan bahwa tanggal 14 November 1961 merupakan hari Mobile Brigade ke-16. Saat itu pula Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno selaku Inspektur upacara menganugerahkan “Nugraha Cakanti Yana Utama“ sebagai penghargaan pemerintah atas atas pengabdian dan kesetiaan Mobile Brigade.
(Khafid Mardiyansyah)