PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengubah warna bendera 'Tricolore' Prancis, demikian diwartakan media lokal. Macron dilaporkan memilih warna bleu marine yang sedikit lebih gelap untuk bendera Prancis, tetapi perubahan ini tidak diungkap ke publik.
Selama akhir pekan, penyiar Prancis Europe1 dan surat kabar Le Parisien melaporkan bahwa Macron secara diam-diam memutuskan untuk membuat warna biru di 'Tricolore' sedikit lebih gelap.
BACA JUGA: Presiden Prancis Emmanuel Macron Ajukan Gugatan Setelah Difoto Pakai Baju Renang
Jurnalis Paul Larrouturou dan Eliot Blondet dalam buku baru mereka, 'Élysée Confidential', mengklaim bahwa Macron membuat keputusan itu lebih dari setahun yang lalu, pada Juni 2020. Arnaud Jolens, direktur operasi Istana Elysée, dan Bruno Roger-Petit, penasihat memoar presiden, telah mendorong Macron untuk melakukan perubahan tersebut, demikian diklaim kedua jurnalis wartawan.
Alasan keputusan tersebut dilaporkan adalah pemahaman umum bahwa biru tua lebih estetis, serta keinginan untuk "berhubungan kembali" dengan bendera revolusioner tahun 1793. Karena bendera Uni Eropa (UE) selalu menyertai bendera Prancis di berbagai acara, diyakini juga bahwa warna biru tua yang baru lebih baik melengkapi warna biru pada 'Bendera Eropa', demikian diwartakan RT.
Warna biru yang lebih gelap telah lama digunakan oleh Angkatan Laut Prancis, dan Laksamana Bernard Rogel, kepala Staf Militer Presiden Republik, juga mendorong langkah tersebut.
Pemerintah Macron tidak pernah mengomunikasikan perubahannya kepada publik, meskipun seorang juru bicara mengonfirmasi kepada Le Parisien bahwa warnanya memang berubah. Menurut Europe1, presiden tidak ingin publik percaya bahwa ada makna mendalam di balik perubahan itu.
(Rahman Asmardika)