Kebijakan Pembaruan Raja Airlangga Bikin Kahuripan Jadi Kerajaan Disegani

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 23 November 2021 06:30 WIB
Peninggalan Kerajaan Kahuripan (foto: dok romadecade.org)
Share :

KERAJAAN KAHURIPAN merupakan lanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno periode Jawa Timur, atau juga disebut Kerajaan Medang. Kerajaan Kahuripan ini tak bisa dilepaskan dari peran Raja Airlangga, jika dilihat dari berbagai prasasti peninggalannya.

Airlangga konon menjadi pendiri sekaligus raja terakhir sebelum akhirnya dibelah menjadi dua. Airlangga bergelar Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa memerintah pada 1009 - 1042 Masehi.

Baca juga:  Raja Airlangga Hidup di Pengasingan Sebelum Menjadi Penguasa Kahuripan

Dikutip dari buku "Airlangga Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI" karya Ninie Susanti, ada beberapa langkah visioner yang dilakukan Airlangga usai dinyatakan menjadi raja oleh para pendeta dan rakyatnya. Kebijakan - kebijakan yang ditempuh Airlangga dalam memerintah Kerajaan Kahuripan ini digambarkan melalui beberapa prasasti, seperti Prasasti Cane, Baru, Terep, Kamalagyan, Turunhyang A.

Beberapa kebijakan konon disebut prasasti itu tak lazim pada kerajaan masa itu. Penyederhanaan sistem birokrasi pejabat pemerintahan diambil oleh Airlangga. Airlangga memberi perhatian besar kepada kesejahteraan rakyat yang diwujudkan dalam bentuk pemberian hadiah, kepada siapa saja yang berjasa bagi pemerintah dan raja, serta peningkatan pemeliharaan sarana umum, misalkan bangunan suci, bendungan, dan irigasi.

Baca juga:  Kerajaan Kediri, Bermula dari Perebutan Kekuasaan Raja Airlangga

Di bidang keagamaan, Raja Airlangga memberi perhatian besar kepada kehidupan beragama di kerajaannya. Hal ini terlihat dengan selalu diikutsertakannya pada pendeta di dalam kegiatan - kegiatan yang diadakan pemerintahan saat itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya