2. Mendirikan NU
Selanjutnya di tahun 1926, K.H Hasjim Asy’ari turut dalam berdirinya organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yakni Nadhlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama.
Organisasi kebangkitan ulama itu secara resmi didirikan pada 31 Januari 1926 dan KH Hasyim Asy'ari dipercaya sebagai Rois Akbar.
Saat itu, NU berdiri bukan hanya sekedar keinginan untuk membangun sebuah organisasi biasa, namun NU didirikan untuk merespons situasi dunia Islam yang saat itu sedang terjadj pertentangan paham, antara paham pembaharuan dengan paham bermadzhab.
3. Perjuangan Kemerdekaan Bagi Bangsa Indonesia
Selain itu, KH Hasyim Asy'ari juga turut dalam perjuangan kemerdekaan bagi bangsa indonesia. Di masa penjajahan, KH Hasyim Asy'ari memiliki pengaruh besar yang membuat penjajah Indonesia segan padanya.
Salah satu cara yang dilakukannya untuk menyelamatkan kemerdekaan Indonesia, ia bersama para ulama mengeluarkan resolusi jihad untuk melawan penjajah.
Buktinya, di masa penjajahan Belanda, KH Hasyim Asy'ari pernah mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah, serta fatwa haram pergi haji apabila naik kapal milik Belanda.
KH Hasyim Asy'ari kemudian meninggal dunia di umur 72 tahun dan dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang.
Atas jasanya semasa hidup terhadap negara, pada 17 November 1964 Hadhratusy Syeikh Hasyim Asy'ari ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
(Khafid Mardiyansyah)