Mitos Larangan Menikah Warga Pengkol dan Sangiran, Berawal dari Adu Sakti Mbah Anti dan Mbah Budin

Agregasi Solopos, Jurnalis
Jum'at 26 November 2021 08:12 WIB
Desa Ngebuk di Sragen, Jateng (Foto: Solopos)
Share :

JAKARTA - Mitos larangan menikah antara warga Dukuh Pengkol, Desa Ngebung dengan warga Dukuh Sangiran, Desa Krikilan, di Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah masih diyakini oleh warga di sana.

Para warga hingga kini masih menghindari untuk menjalin hubungan pernikahan atau hubungan keluarga.

Warga meyakini bila nekat saling menikah, hubungan pernikahan itu dipercaya tak akan berjalan langgeng, dan berakhir dengan perceraian.

“Warga Pengkol sampai sekarang enggak berani berbesanan dengan warga Sangiran. Kalau berbesanan katanya bisa bercerai-berai,” kata Kepala Desa Ngebung Sutar, Jumat (26/11/2021).

Menurut dia, kepercayaan warga ini disebabkan warga Dukuh Pengkol masih metri (melestarikan tradisi) Punden Mbah Anti yang berlokasi di Dukuh Grasak, Desa Ngebung. Wilayah Dukuh Grasak dan Dukuh Pengkol hanya dibatasi jalan desa.

Baca juga: Mitos Larangan Menikah Pria Kudus dengan Wanita Jepara, Bermula dari Ratu Kalinyamat?

Ia menjelaskan Mbah Anti dulunya merupakan sesepuh desa yang berpengaruh. Mbah Anti memiliki kesaktian dan punya kawan Mbah Budin dari Dukuh Sangiran yang tidak kalah sakti.

“Ceritanya dengan kawannya sama-sama sakti dan selalu memamerkan kesaktiannya, tetapi bukan berarti pamer gaduh. Tetapi memamerkan kesaktian,” ujarnya.

Baca juga: Mitos Kesehatan Mental Harus Dihilangkan, Pengaruhnya Besar ke Individu

Dia menjelaskan bahwa kedua orang tersebut biasanya merayakan hari besar dengan saling berkunjung ke rumah. Adapun Mbah Anti berkunjung ke Sangiran membawa nasi beserta ingkung, namun ketika ingkung dicuil ayamnya berkokok.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya