JAKARTA - Almarhum Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal Buya Hamka adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dikenal pula sebagai tokoh Masyumi dan ulama Muhammadiyah.
Semasa hidupnya ia menjadi tokoh yang toleran terhadap perbedaan, namun tegas dalam hal-hal prinsip keagamaan.
BACA JUGA: Buya Hamka Sosok yang Kritis Namun Juga Tak Segan Berdamai
Salah satu contoh ketegasan itu dapat dilihat saat dirinya menjabat sebagai Ketua MUI, ia berani mengeluarkan fatwa yang sampai saat ini masih menjadi diskusi keagamaan, yakni mengeluarkan fatwa haram bagi umat Islam terkait perayaan Natal bersama.
Akun Instagram @kajiianustadzadihidayat.lc membagikan kisah yang mengenang siapa sosok Buya Hamka. Dalam postingan tersebut memperlihatkan foto Almarhum Buya Hamka meninggal dunia dalam keadaan tersenyum. Tak lupa akun tersebut pun menambahkan keterangan foto.
"Apa yang membuat Buya Hamka meninggal dalam keadaan tersenyum?" judul keterangan foto tersebut.
Berdasarkan keterangan akun tersebut, Buya Hamka wafat di pagi hari jumat, 24 Juli 1981, di bulan Ramadhan dan disholatkan ribuan pelayat secara bergelombang.
BACA JUGA: Buya Hamka, Ulama Multitalenta Kawan Sekaligus Seteru Soekarno
Ia wafat hanya 2 bulan setelah memilih mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum MUI lantaran menolak permintaan pemerintah untuk mencabut fatwa haram bagi umat Islam mengikuti perayaan Natal bersama.
Bahkan diketahui sebelum itu Buya Hamka pernah menolak undangan untuk bertemu Paus Yohanes Paulus II saat berkunjung ke Istana Negara, karena pada masa itu sedang sangat marak Kristenisasi.