JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengimbau kepada pelajar atau generasi muda, untuk mewaspadai konten radikalisme dan terorisme yang mengajarkan kebencian, kekerasan dan menolak ideologi Pancasila khususnya di media sosial (medsos).
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menjelaskan, kewaspadaan tersebut juga harus dibarengi dengan kehati-hatian dalam menyebarkan konten negatif tersebut kepada orang lain.
"Jangan sampai pelajar SMA ikut menyebarkan konten negatif sehingga konten tersebut menjadi viral," kata Boy dalam Webinar Pencegahan Paham Radikal Terorisme di Kalangan OSIS SMA/Sederajat Se-Indonesia, Jumat (26/11/2021).
Baca juga: MUI Dukung Densus 88 Tangkap Teroris, Tidak Ada Kriminalisasi Ulama dan Islamophobia
Mantan Kapolda Papua ini menekankan, dengan kreatifitas dan inovasi anak muda, pelajar SMA juga didorong untuk membuat konten media sosial yang berisi pesan semangat toleransi, mencintai NKRI, Ideologi Pancasila dan semangat persaudaraan, gotong-royong dan saling membantu.
“Pelajar SMA, anak muda secara kreatif dan inovatif harus dapat membuat konten positif di media sosial. Jangan terpancing untuk menyaksikan apalagi menyebarkan konten propaganda radikalisme dan terorisme. Segera laporkan guru maupun orangtua apabila menemukan konten negatif seperti itu,” ujar eks Kadiv Humas Polri itu.
Baca juga: Densus 88 Sudah Tangkap 24 Terduga Teroris Jamaah Islamiyah Bagian Pendanaan
Menurut Boy, kecanggihan teknologi dan cepatnya arus informasi membuat munculnya ruang sosial baru dengan kehadiran media sosial.