Dia menjelaskan sebutan orang kafir dalam surat Al Kafirun bukan merujuk kepada umat beragama lain termasuk Nasrani atau Yahudi, melainkan para penyembah berhala. Alquran memiliki 4 terminologi tentang penyembah, sehingga perlu berhati-hati dalam memahami maknanya agar tidak mudah mengkafirkan orang lain.
“Jangan mengatakan yang dimaksud (surat Al Kafirun) adalah Nasrani atau Yahudi. Bukan. Jadi jangan alergi terhadap agama Nasrani dan Yahudi. Jangan alergi dengan Nabi Isa yang di sana disebut Yesus Kristus atau Nabi Musa yang di sana disebut Moses,” bebernya.
Baca juga: Hari Guru Nasional 2021, Ustadz Abdul Somad Ungkap Kiai Panutannya
Sejumlah guru madrasah dan pesantren mengikuti program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB)
Ia menambahkan, Alquran dalam akhir surat Al Baqarah juga tidak membedakan nabi dan rasul. Umat Muslim mengakui Nabi Muhammad SWT sebagai nabinya, namun jangan mengingkari kenabian dan kerasulan orang lain.
“Tentu seluruh nabi dan rasul Allah masuk surga, bukan saja nabi dan rasulnya, tapi pengikut setia para nabi dan rasul pun dijanjikan surga. Jadi surga bukan monopoli umat Islam, umatnya Nabi Muhammad,” katanya.