Sementara itu, Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan program LKLB sangat sejalan dengan visi Masjid Istiqlal untuk mewujudkan lembaga pemberdayaan umat yang menyuarakan moderasi Islam berwawasan Indonesia. Program LKLB sejauh ini telah memasuki kelas ke-6 dengan sejumlah mitra yang berbeda, termasuk Masjid Istiqlal.
“Kami sangat senang dan bangga dapat bekerja sama dengan Masjid Istiqlal, menjadi bagian ‘The New Istiqlal’ yang bersama kepemimpinan visioner Imam Besar Prof Nasaruddin Umar semakin aktif dan inovatif memperbanyak ruang-ruang perjumpaan antar sesama manusia yang berbeda agama dan kepercayaan,” kata Matius.
Hadir pula dalam sesi hari pertama yaitu Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) Dr. Farid F Saenong, Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPMI sekaligus Dosen Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (UI) Dr. Mulawarman Hannase, serta Kepala Sub Direktorat BPMI Moch Taufiqurrahman.
(Awaludin)