Membedah Mitos Keberaksaraan Orang Jawa

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 02 Desember 2021 09:06 WIB
Ilustrasi (Foto : Antara)
Share :

Sekalipun kisah ini hanya termuat dalam satu versi dari dua versi mitos Aji Saka yang ditelitinya, bagi Ahimsa episode di mana Aji Saka menuliskan kisah perselisihan dua abdinya itu merupakan bagian yang teramat penting dari legenda tersebut. Mengikuti paradigma evolusi kebudayaan dari EB Tylor, menurut Ahimsa, episode ini merepresentasikan tahap ‘civilization’ dalam kebudayaan Jawa, di mana salah satu ciri utamanya ialah dikenalnya budaya tulisan.

Bagi Ahimsa, susunan kata, kalimat dan kisah yang terkandung dalam aksara Jawa “Ha-Na-Ca-Ra-Ka” ialah sebuah kreasi yang sangat cerdas dan istimewa. Pasalnya sejauh pemahaman Ahimsa, tidak ada hafalan aksara atau abjad yang dapat membentuk kalimat dan juga sekaligus menjadi sebuah mitos sebagaimana aksara Jawa.

Benar, bahwa aksara a-b-c-d-e… dan seterusnya, di Barat sana telah disusun menjadi sebuah lagu supaya menjadi mudah dihapal. Tapi di sana tidak dikenal mitos sebagai pengisi cerita dari aksara alpabet tersebut. Tak kecuali bahasa Arab. Masih merujuk Ahimsa, disebutkan dalam aksara bahasa Arab itu sama sekali tidak dibuat menjadi lagu maupun cerita.

Lain dengan Ha-Na-Ca-Ra-Ka. Selain diajarkan untuk menghapal urutan aksara dalam pembelajaran membaca dan menulis bahasa Jawa, dalam Ha-Na-Ca-Ra-Ka sekaligus juga disampaikan sebuah pesan cerita melalui mitos.

Ya, itulah legenda Aji Saka. Sebuah mitos yang tidak saja bertutur tentang sejarah mulai dikenalnya aksara atau tulisan bagi orang Jawa, melainkan juga menjadi momen penanda penting tentang signifikansi sebuah tradisi literasi dalam kebudayaan Jawa.

Jadi, sekiranya kini kebudayaan Jawa nisbi lebih dikenal sebagai budaya keberlisanan daripada keberaksaraan, maka di sini secara hipotesis patut ditanyakan, “Apakah pernah terjadi momen peristiwa tertentu dalam sejarah evolusi kebudayaan Jawa yang telah mengubah kembali arah sejarah peradaban orang Jawa? Mengubah kembali dari tradisi keberaksaraan menuju keberlisanan”. Benarkah demikian? Substansi ini patut diteliti tersendiri.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya