Rencana ini muncul setelah Pentagon mengungkapkan beberapa rincian tentang tinjauan postur kekuatan global yang baru-baru ini disimpulkan, yang menyerukan fokus yang lebih besar pada kawasan Indo-Pasifik. Wakil Asisten Menteri Pertahanan untuk Strategi dan Pengembangan Kekuatan, Mara Karlin, saat konferensi pers pada Senin (29/11) mengatakan militer berkonsultasi dengan Korea Selatan dalam menyelesaikannya.
“Global Posture Review mengarahkan kerja sama tambahan dengan sekutu dan mitra di seluruh kawasan untuk memajukan inisiatif yang berkontribusi pada stabilitas regional dan mencegah potensi agresi militer dari China dan ancaman dari Korea Utara,” terangnya.
Pada Selasa (30/11), jenderal tinggi AS bertemu rekannya dari Korea Selatan di Seoul, lebih lanjut menggarisbawahi koordinasi dan kerja sama antara kedua negara. Ketua Kepala Gabungan Jenderal Mark Milley menekankan kepada Jenderal In-Choul Won pentingnya aliansi dan pencegahan yang diberikannya, yang berlangsung sebagai bagian dari Komite Militer Republik Korea dan Amerika Serikat ke-46 Pertemuan.
Pada Senin (29/11), Sekretaris Pers Pentagon John Kirby menyebut aliansi antara AS dan Korea Selatan sebagai "kunci utama perdamaian dan stabilitas" di semenanjung Korea.
(Susi Susanti)